Google
*SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA* *SEMOGA IBADAHNYA LEBIH BAIK DARI TAHUN LALU** A M I N ** A M I N ** YA ROBAL ALAMIN *

Monday, September 15, 2008

Stoner Tuding Ban

Jakarta - Casey Stoner yang jadi rival terdekat Valentino Rossi dalam berebut titel juara dunia hanya menempati posisi empat di Indianapolis. Tak puas, pembalap Ducati itu menyalahkan ban.

Selepas start, Stoner sempat memimpin namun kemudian perlahan-lahan dia kehilangan laju dan harus puas finis di posisi empat dalam balapan yang berlangsung basah dan diselesaikan dengan kibaran bendera merah itu.

"Saya takkan pernah puas dengan tempat keempat tapi akan bodoh sekali untuk terus memaksakan diri dalam kondisi seperti itu dan saya sudah membuat keputusan tepat tidak melakukannya," jelas Stoner seperti dilansir Autosport, Senin (15/9/2008).

"Saya memulai start dengan baik tapi segera kehilangan kepercayaan diri karena ban belakang saya mulai koyak dengan cepat dan saat balapan dihentikan saya sedang bersusah payah menjaga waktu lap," ungkap dia.

Bos tim Ducati Livio Suppo sementara itu tak yakin kenapa Stoner bisa mengalami masalah dengan bannya, kendati dia tetap lega karena pembalapnya tersebut bisa menuntaskan balapan walau punya problem.

"Itu adalah balapan yang keras buat Casey tapi dia menunjukkan ketabahan dan determinasi untuk mendulang hasil cukup bagus," kata Suppo puas.

Sedangkan menyoal ban, Suppo hanya bisa mengira-ngira, "Mungkin berkaitan dengan tenaga keluaran mesin kami atau pengaturan motor kami, tapi ban belakang aus lebih cepat dari perkiraan dan Casey tak bisa terus merangsek ke depan. Sayang balapan tidak berlangsung kering karena saat pemanasan Casey dalam kondisi bagus untuk situasi itu."

Selengkapnya »»

Rossi Lega Melihat Bendera Merah

New York - Balapan di seri MotoGP Indianapolis harus dihentikan tujuh lap menjelang rampung. Rider Yamaha yang jadi juara, Valentino Rossi, menilai tepat keputusan tersebut.

Pada lap ke-21, bendera merah dikibarkan untuk menghentikan balapan, Senin (15/9/2008) dinihari WIB, karena terpaan angin dan hujan yang bikin balapan jadi terlalu riskan dilanjutkan.

Dikabarkan bahwa setelah itu balapan sempat terindikasi bakal dilanjutkan. Ini membuat Rossi dan rivalnya dari Ducati Casey Stoner melobi CEO Dorna Carmelo Ezpeleta untuk menyudahi balapan dengan hasil yang telah tersedia.

Situasi di lintasan saat itu, jelas Rossi, memang tidak memungkinkan lagi untuk membalap. Sebelum dihentikan dia bahkan sudah harus bersusah payah menghadapi cuaca.

"Saat saya memimpin saya sedikit lebih cepat di titik tertentu dan saya mencoba terus menambah kecepatan, tapi angin kencang mulai bertiup, hujan deras mulai turun dan Anda tak bisa melihat apa-apa lagi. Di lintasan lurus ada hembusan angin kencang yang bikin motor susah dikendalikan," ucapnya ke Italia1 yang dikutip Autosport.

Rossi berusaha keras untuk terus memimpin di posisi terdepan kendati benaknya terus menerus berharap balapan segera dihentikan karena situasi di lintasan.

"Saya tidak mengangkat tangan saya karena nanti mereka akan bilang 'dia mengangkat tangannya karena dia memimpin', tapi di tiap lap saya berharap melihat bendera merah dan akhirnya terlihat juga," ceplos Rossi.

Sebelum balapan dimulai, lintasan sempat tergenang air akibat guyuran hujan. Namun, penyelenggara lantas bisa mengeringkannya sehingga sirkuit pun kembali bisa digunakan.

"Dengan kondisi itu, di tempat lain kami mungkin tak jadi membalap, tapi mereka mengerahkan truk-truk untuk mengeringkan airnya. Jadi dari situ saya mulai terfokus lagi dan bersiap untuk balapan."

"Masalahnya adalah anginnya. Itu benar-benar dahsyat, tidak tentu, dengan hembusan keras. Anda tak bisa stabil ke depan dengan adanya kaleng, cangkir kertas, kantung plastik yang tertebar di lintasan. Itu benar-benar kacau, rumput buatannya juga tercabut," papar "The Doctor".

Selengkapnya »»

Tuesday, September 2, 2008

Agostini Semangati Rossi Kejar Rekornya

Roma - Legenda grand prix motor Giacomo Agostini menyanjung Valentino Rossi. Ia yakin bahwa pembalap Fiat Yamaha itu mampu menyamai rekor kemenangan terbanyak miliknya.

Kemenangan Rossi di San Marino akhir pekan kemarin membuat pembalap Italia ini menyamai rekor Agostini paling banyak menang di kelas utama (500cc & MotoGP) yaitu 68 kali. Namun masih ada satu lagi rekor yang masih dimiliki oleh Agostini, yaitu 122 kali kemenangan di semua kelas.

Rossi mengaku senang dapat menyamai rekor Agostini namun rekor lainnya diakui sangat sulit untuk dikejar. Meski demikian, Agostini merasa yakin bahwa Rossi akan dapat mengalahkan rekornya tersebut jika dia masih terus membalap beberapa tahun lagi.

"Jujur saja, tidak ada yang dapat saya dapat lakukan mengenai hal itu. Namun saya pikir akan sangat penting bagi dia menyamai Agostini. Saya pergi dengan rekor 122 kemenangan dan 15 gelar," ungkap Agostini seperti dilansir Gazzetta dello Sport.

"Dapatkan dia (Rossi) mengejar saya? Untuk hal ini dia mungkin dapat melakukannya. Saya pensiun di usia 35 tahun, sedangkan Valentino baru 29 tahun ini. Jika dia dapat mengejar saya maka kami akan melakukan selebrasi bersama," kata pria Italia yang kini berusia 66 tahun itu.

Selengkapnya »»

Casey Terjengkang, Isyaratkan Menyerah

Mohammad Yanuar Firdaus - detiksportMisano - Masalah pada ban diakui Casey Stoner membuatnya tersingkir dari balapan. Imbasnya, rider Ducati itu kini makin pesimis dengan peluangnya mempertahankan titel tahun ini dan memilih fokus untuk musim depan.

Sebagai korban dari kecelakaan yang menimpanya di Misano, hari Minggu (31/8/2008) kemarin, Stoner mengakui memang ada masalah pada ban sejak awal balapan.

"Dasarnya, kami mengambil keputusan menggunakan ban balapan di sesi pemanasan pagi ini untuk mengkondisikan dengan lintasan. Kami pernah melakukan hal seperti ini dan tak mengalami masalah, tapi sekarang saya merasa sejak awal balapan grip-nya ada yang salah," duga Stoner seperti dikutip Autosport.

"Setelah beberapa lap, semuanya sempat berjalan apik dan saya cukup percaya diri, tapi semuanya langsung lenyap," lanjut pembalap Australia itu.

Tak salah bila Stoner begitu kesal dengan insiden tersebut, yang membuat peluangnya mempertahankan gelar juara dunia pembalap cukup kecil. Secara tidak langsung, Stoner mengibarkan bendera putih, tanda menyerah dalam perburuan titel untuk tahun ini dan akan fokus untuk tahun berikutnya.

"Kami sudah berusaha keras dan sekali lagi, kami sudah menunjukkan bahwa kami cukup cepat, dan kami memiliki motor yang bagus dan ban bekerja secara fantastis. Semua itu membuat saya cukup percaya dengan tahun depan dan saya sudah tak sabar untuk berkompetisi di sana," pungkasnya.

Selengkapnya »»

Riders MotoGP 2008